Dedikasi untuk Sang Pengayom Budaya: Selamat Ulang Tahun Ibu Hj. Yulia Herma Suhardiman
Momentum bahagia tengah menyelimuti dunia kesenian di Negeri Bermarwah, Kuantan Singingi. Hari ini, ucapan doa dan harapan terbaik mengalir untuk sosok perempuan inspiratif yang berada di barisan terdepan dalam menjaga marwah budaya daerah, Ibu Hj. Yulia Herma Suhardiman.
Sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten (DKK) Kuantan Singingi, dedikasi beliau dalam menghidupkan napas kesenian telah menjadi energi positif bagi para pelaku seni di seluruh pelosok daerah.
Doa Terbaik dari Keluarga Besar DKC Kuantan Tengah Mengiringi pertambahan usia beliau, keluarga besar Dewan Kesenian Kecamatan (DKC) Kuantan Tengah menyampaikan untaian doa yang tulus. Bukan sekadar seremonial, ucapan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan beliau yang penuh kasih dan kebijaksanaan.
“Semoga Ibu senantiasa diberikan kesehatan yang paripurna, kekuatan lahir dan batin, serta kebijaksanaan yang tak terhingga dalam memimpin serta mengayomi dunia kesenian dan kebudayaan di Kuantan Singingi.”
Menjadi Inspirasi Bagi Generasi Masa Depan Ibu Hj. Yulia Herma Suhardiman dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai luhur tradisi. Harapan besar tertumpang di pundak beliau agar terus menjadi pelita yang menginspirasi dalam:
Menjaga kekayaan budaya lokal agar tidak luntur oleh zaman.
Mengembangkan potensi seni kreatif di tengah masyarakat.
Memajukan nilai-nilai daerah demi warisan berharga bagi generasi yang akan datang. Semoga di usia yang baru ini, langkah beliau senantiasa diberkahi oleh Allah SWT untuk terus membawa dunia kesenian Kuantan Singingi ke arah yang lebih gemilang.
Rumusan Tugas, Pokok, dan Fungsi (Tupoksi) secara umum untuk masing-masing jabatan dalam struktur organisasi DKC Kuantan Tengah:
1. Unsur Pembina & Pengarah Pelindung Penasehat, Pengarah, dan Dewan Pembina
Tugas: Memberikan perlindungan hukum, kebijakan, dan arahan strategis bagi jalannya organisasi.
Fungsi: Memberikan saran dan pertimbangan kepada pengurus harian baik diminta maupun tidak. Memfasilitasi hubungan antara DKC dengan instansi pemerintah (Kecamatan, Polsek, Korwil) serta Lembaga Adat. Mengawasi agar kegiatan organisasi tetap selaras dengan norma adat dan hukum yang berlaku.
2. Pengurus Harian (Ketua, Sekretaris, Bendahara) Ketua Umum & Ketua Harian Tugas: Memimpin organisasi secara keseluruhan, menetapkan kebijakan umum, dan bertanggung jawab atas kelancaran program kerja.
Fungsi: Mengkoordinasikan seluruh komite yang ada. Mewakili organisasi dalam kegiatan eksternal dan pengambilan keputusan krusial. Mengevaluasi kinerja pengurus secara berkala.
Sekretaris & Wakil Sekretaris Tugas: Menyelenggarakan administrasi kesekretariatan dan pendokumentasian seluruh kegiatan organisasi.
Fungsi: Mengelola surat-menyurat, pengarsipan, dan penyusunan laporan kegiatan.Menyiapkan agenda rapat dan mencatat notulensi. Mendukung Ketua dalam pengelolaan operasional kantor/organisasi.
Bendahara Tugas: Mengelola sirkulasi keuangan dan aset organisasi secara transparan dan akuntabel.
Fungsi: Menyusun anggaran (Rencana Anggaran Biaya) untuk setiap kegiatan.Mencatat penerimaan dan pengeluaran dana. Menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan.
3. Komite-Komite (Bidang Teknis) Secara umum, tugas komite adalah sebagai pelaksana teknis di bidang masing-masing.
Catatan Tambahan: Struktur ini secara resmi telah ditetapkan pada tanggal 18 April 2026 dan ditandatangani oleh Camat Kuantan Tengah (Eka Putra, S.Sos, M.Si).
Hal ini menunjukkan bahwa DKC Kuantan Tengah merupakan mitra strategis pemerintah kecamatan dalam memajukan kebudayaan lokal. (Ronaldo Rozalino)
Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026: Menggalang Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu
RIAU – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026 disambut dengan penuh antusiasme oleh keluarga besar Balai Guru & Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau di bawah naungan Kemendikdasmen. Melalui pesan visual yang hangat, tahun ini Hardiknas mengusung tema yang sangat bermakna:
“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Peringatan kali ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah pengingat bahwa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya bertumpu pada pundak guru atau sekolah saja, melainkan seluruh elemen masyarakat atau yang disebut sebagai “Partisipasi Semesta”.
Inklusivitas dan Keberagaman dalam Belajar Dalam poster resmi yang dirilis, terlihat ilustrasi ceria para siswa dari berbagai jenjang dan latar belakang—termasuk siswa penyandang disabilitas. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa pendidikan bermutu harus bersifat inklusif dan dapat diakses oleh siapa pun, tanpa terkecuali.
Pendidikan bukan lagi soal kompetensi akademis semata, tapi juga tentang pembentukan karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai luhur.
Pesan Spiritual dari Tanah Suci Yang menarik, semangat Hardiknas 2026 ini juga terasa hingga ke mancanegara. Terlihat potret salah satu insan pendidik yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah, mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu dan berbakti di dunia pendidikan adalah bagian dari ibadah yang mulia.
“Pendidikan yang bermutu adalah kunci untuk membuka pintu kesejahteraan dan martabat bangsa,” tulis pesan tersirat dalam kampanye tersebut.
Mari Bergabung dalam Gerakan! Melalui kampanye digital menggunakan Twibbonize, BGTK Riau mengajak seluruh masyarakat, orang tua, dan praktisi pendidikan untuk ikut memeriahkan Hardiknas 2026.
Masyarakat dapat memantau berbagai program pengembangan guru dan tenaga kependidikan melalui kanal resmi mereka di
Website: bgtkriau.kemendikdasmen.go.id Media Sosial: @bgtkprovinsiriau (Instagram, Facebook, X, TikTok, dan YouTube)
Mari kita jadikan Hardiknas 2026 sebagai titik balik untuk lebih peduli terhadap kualitas sekolah di sekitar kita. Karena pada akhirnya, pendidikan adalah tiket masa depan bagi anak-anak kita.
Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026!
Maju Gurunya, Cerdas Siswanya, Hebat Bangsanya!
H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd. (Guru SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Guru Konten Kreator Riau, Fasda CBPR Kab. Kuansing BI & BGTK Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Blogger, Guru Penulis, Guru Musik, Composer Arrangger, Motivator Literasi & Edukasi , Coach)
Alhamdulillah. Allah Undang ke Baitullah. kami berdua Pendidik di Kab. Kuansing (Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd Guru SMAN 1 Sentajo Raya , Yeyen Febrina, S.Sn Guru SMPN 2 Teluk Kuantan)Usai melaksanakan TawafKeluargaku SurgakuSepasang pendidik (guru) menikmati indahnya Masjidil Haram di lantai 3 . Masyaa Allah.Tepat di hari itu dihari pernikahan kami. Hadiah untuk pendidik ke tiga anak anakku Mama Vicella
Hardiknas 2026: Mari Bersiap! Unduh Naskah Pidato dan Doa Resmi di Sini
Jakarta – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei selalu menjadi momen spesial bagi kita semua untuk merefleksikan kembali perjalanan dunia pendidikan di Indonesia. Untuk menyambut peringatan Hardiknas tahun 2026 ini,
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah resmi merilis panduan persiapan upacara. Bagi Bapak/Ibu guru, kepala sekolah, instansi pemerintah, maupun penyelenggara upacara di seluruh penjuru negeri, persiapan tentu menjadi kunci agar khidmatnya peringatan tahun ini terasa hingga ke hati.
Link Download Naskah Resmi Agar pelaksanaan upacara berjalan seragam dan penuh makna, pihak kementerian telah memfasilitasi naskah Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Teks Doa yang bisa diakses oleh publik. Anda dapat mengunduh dokumen-dokumen tersebut melalui tautan resmi berikut: 👉 https://ringkas.kemendikdasmen.go.id/pidatohardiknas2026
Mengapa Penting untuk Menyimak Pidato Tahun Ini? Setiap tahunnya, pidato Hardiknas membawa pesan mendalam tentang arah baru pendidikan kita. Di tahun 2026 ini, naskah pidato tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pendidik dan siswa untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin dinamis.
Selain naskah pidato, teks doa yang disediakan juga disusun untuk menyatukan harapan kita semua demi kemajuan kualitas generasi bangsa yang lebih cerdas dan berkarakter.
Mari Rayakan Bersama! Upacara bendera bukan sekadar seremoni rutin. Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap perjuangan Ki Hadjar Dewantara dan momentum untuk memperkuat komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa.
Yuk, segera unduh naskahnya, pelajari isinya, dan mari kita sukseskan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan semangat gotong royong!
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026! Maju terus pendidikan Indonesia!
Diantara doa mereka semoga menjadi penggugur dosa terdahulu. Ananda Ananda Hebat semuanya.
Menjemput Langit di Ambang Pintu Panti: Sebuah Catatan Syukur dan Cinta “Ronaldo Rozalino”
Di bawah naungan langit Jum’at yang teduh, tepat pada tanggal 1 Mei 2026, langkah kami terayun membawa sejuta rasa syukur yang membuncah. Bersama belahan jiwa, Yeyen Febrina, S.Sn (Mama Vicella), kami melangkah menuju sebuah oase kasih bernama Panti Asuhan Baihaqi Umar, Beringin Taluk. Bukan sekadar kunjungan, namun ini adalah sebuah perjumpaan rindu antara hati yang bersyukur dan ananda-ananda hebat yang menjadi kekasih Tuhan.
Pelangi Setelah Badai: Hikmah di Balik Ujian Perjalanan menuju hari ini bukanlah jalan yang selalu bertabur bunga. Sepulangnya kami dari tanah suci Baitullah pada tahun 2025 silam, sebuah ujian menyapa. Istri tercinta harus melewati masa sakit yang cukup panjang—hampir setahun lamanya. Namun, dalam balutan sakit itu, kami belajar satu rahasia langit: bahwa sakit adalah jemari Tuhan yang sedang menggugurkan dosa-dosa kita.
Kami menyadari bahwa syukur tak boleh hanya dipanjatkan saat tawa membahana, namun juga saat air mata jatuh karena luka. Musibah adalah cermin untuk melihat betapa berharganya nikmat sehat, betapa pentingnya menjaga pola makan, dan betapa utamanya menata ketenangan pikiran.
Segala ikhtiar kami tempuh: Ikhtiar Bumi: Melalui pengobatan medis dan bimbingan mereka yang ahli. Ikhtiar Langit: Mempererat ikatan melalui salat, membasahi lisan dengan istighfar, dan mengetuk pintu rahmat melalui sedekah serta kebaikan kepada sesama.
Seuntai Niat, Setangkup Keberkahan Alhamdulillah, saat kesehatan itu kembali mekar secara optimal, janji pun tertunaikan. Makan siang sederhana dan sedikit sedekah kami hantarkan untuk anak-anak panti. Melihat senyum di wajah-wajah tulus mereka adalah obat yang paling mustajab bagi jiwa.
Kami berharap, niat kecil ini diterima di sisi Allah sebagai bentuk syukur atas nikmat sehat, rezeki yang mengalir, dan titipan putra-putri yang cerdas serta berbudi pekerti.
Mengapa Kita Harus Berbagi? Tulisan ini bukanlah sebuah riya yang ingin dipamerkan, melainkan sebuah undangan kasih. Sebuah ajakan bagi saudara-saudariku seiman untuk menengok sejenak mereka yang membutuhkan. Agar ananda di panti asuhan dapat merecap indahnya hidup, sebagaimana kita dan anak-anak kita merasakannya. Ingatlah pesan mulia:
“Siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan diluaskan rezekinya, maka sambunglah tali silaturahmi.”
Ketahuilah, tak akan pernah ada sejarahnya seseorang jatuh miskin karena berbagi. Sedekah adalah perisai yang menolak bala, penawar yang memberi kesehatan, dan penjaga yang membentengi harta kita dari segala yang tak berkah.
Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul Khoirot. Semoga setiap butir nasi yang mereka makan dan setiap doa yang mereka panjatkan, menjadi saksi yang memberatkan timbangan kebaikan kita di akhirat kelak.